Selasa, 23 April 2013

Berkiblat dalam menghargai Sejarah, Seni dan Budaya


Museum Nusantara – Belanda
(sumber foto: http://ppibelanda.org)
Pernah mendengar tentang Museum Nusantara? Museum ini berada jauh dari pangkuan Ibu Pertiwinya, yaitu Belanda. Museum yang terletak di kota Delf ini didedikasikan Pemerintah Belanda untuk Indonesia dengan nama Nusantara yang artinya suatu wilayah yang membentuk ribuan gugusan pulau dari ujung Sumatra hingga Papua. Belanda mempunyai history dengan Indonesia. Pemerintah Belanda pernah menjajah Indonesia kurang lebih 3.5 abad. Tidak hanya sumber daya alam  Indonesia saja yang dikuras oleh Belanda, tetapi juga kekayaan seni dan budaya Indonesia sempat diboyong ke negeri VOC. Museum Nusantara inilah menjadi contoh nyata betapa ketertarikan Belanda dibidang seni dan budaya Indonesia. Peninggalan artefak dan arca yang berasal dari nenek moyang banyak terdapat disini. Koleksinya berasal dari sumbangan kolektor Belanda yang memang sangat menyukai seni dan budaya. Beberapa dari artefak tersebut sudah banyak yang dikembalikan Belanda ke Indonesia tetapi sebagian masih dikoleksi di Museum Nusantara. Kini museum Nusantara tidak hanya memamerkan artefak dan arca saja, tetapi juga menceritakan masa kolonial Belanda selama di Indonesia serta koleksi budaya dan seni asal Indonesia, diantaranya seni Gamelan, tokoh pewayangan, beragam keris serta kain batik.

Berbagai macam artefak warisan budaya Indonesia di Museum Nusantara - Belanda
 (sumber foto: 
http://www.nusantara-delft.nl/)
Belanda sangat kagum pada kekayaan seni budaya Indonesia, Belanda juga turut membantu mengapresiasikan dan mempromosikan Indonesia melalui museum Nusantara ini.  Tujuannya pun sangat bermanfaat bagi pariwisata Indonesia, yaitu mengenalkan betapa besar warisan seni, budaya serta sejarah Indonesia untuk warga Belanda dan para turis yang datang dari berbagai negara. Museum ini hanyalah gambaran kecil mengenai Indonesia dan jika para pengunjung tertarik untuk mendalami Indonesia, Museum ini sangat merekomendasikan para wisatawan yang berkunjung untuk langsung datang ke Indonesia dan nikmati ragam seni budaya yang lebih luas.

Hasil karya seni dari warga negaranya sendiri, Belanda tidak usah diragukan lagi. Belanda sangat menghargai sejarah dan karya seni. Ini pula yang menjadi salah satu senjata pariwisata pemerintah Belanda untuk menarik para wisatawan, bahkan pada bulan April ini Lebih dari 500 Museum yang berada di Belanda itu bebas biaya masuk. Kita bisa melihat karya seni hasil dari tangan-tangan indah Belanda dan juga kita beruntung kita dapat pula mengikuti workshop disana. Banyak pelukis asal Belanda yang mempunyai museum khusus yang didedikasikan untuk memamerkan hasil karya warga negaranya, salah satunya museum yang paling banyak diminati yaitu Van Gogh Museum yang memamerkan lukisan hasil karya Vincent Van Gogh yang mempunyai pengaruh penting pada lukisan pada abad ke 20 karena lukisannya yang begitu indah dan berani. Disinilah kekuatan Belanda, selalu menghormati serta mengapresiasi hasil karya seni budaya negeri sendiri. Bahkan, hasil karya seni budaya dari Negeri lainnya, khususnya Indonesia sangat dihargai di negeri kincir serta perawatan terhadap karya seni disini juga sangat baik.

Pendirian berbagai jenis museum di Belanda merupakan  salah satu inovasi dari Belanda agar generasi penerusnya dapat terinspirasi dari tokoh-tokoh besar sehingga terciptalah ide-ide kreatif lainnya yang menjadi pioneer dunia. Indonesia seharusnya dapat berkiblat ke Belanda untuk menghargai kekayaan sejarah, seni dan budaya dengan merawat aset kekayaan seni dan budaya yang tak ternilai harganya dengan cara tanamkan Merah Putih dalam jiwa anak bangsa sehingga mereka belajar dan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai tujuan gemilang dengan pemikiran kreatif seperti para lelehurnya.

Referensi :

Sabtu, 13 April 2013

Mari Move on dari Pulau Sempu, Kunjungi Pantai Balekambang!

Pantai Balekambang, Malang - Indonesia
Berkunjung ke kota Malang pasti para pelancong teringat akan destinasi wisata Bromo,  wisata kota Batu dan sekarang yang lagi menjadi primadona wisata kabupaten Malang yaitu Pulau Sempu. Pulau yang tidak berpenghuni di selatan kabupaten Malang  ini memang sangat indah dan membuat para pelancong penasaran akan keindahannya. Tetapi, Mungkin masih banyak yang belum tahu kalau Pulau Sempu termasuk cagar alam yang dilindungi pemerintah bedasarkan  Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan RI Nomor: 417/Kpts-II/1999, 15 Juni 1999. Jadi, Itu artinya tidak boleh dikunjungi oleh sembarangan orang, cagar alam hanya bisa dikunjungi dengan tujuan konservatif dan penelitian,  bukan untuk tujuan wisata. Dengan tidak mendatangi Pulau Sempu sebagai cagar alam, kamu sangat membantu kelangsungan kehidupan cagar alamnya agar perkembangannya dapat tetap alami.  Nah,  jika kamu berkunjung ke Malang dan tetap ingin merasakan suasana laut dan pantai, coba deh datang ke pantai yang satu ini, yaitu Pantai Balekambang.

Pemandangan selama perjalanan menuju Pantai Balembang, Malang - Indonesia

Pantai Balekambang juga terletak di sisi selatan kabupaten Malang, jaraknya sekitar 52KM dari kota Malang. Cukup menempuh 2,5 jam dari kota Malang kamu akan menemui pantai yang unik ini. Sepanjang perjalanan menuju ke pantai ini kamu akan menemui pemandangan bukit-bukit yang indah serta sawah-sawah yang terhmpar lebar, warna hijaulah yang menghiasi bola mata kamu sepanjang jalan menuju pantai berpasir coklat terang ini.

Pura Ismoyo, Pantai Balekambang, Malang - Indonesia

Dua Pulau yang berada di area Pantai Balekambang, Malang - Indonesia

Pantai Balekambang ini adalah pantai yang masih alami dan unik, mengapa? Karena di area pantai ini terdapat 3 pulau di sekelilingnya dan salah satu pulau di area pantai ini terdapat Pura yang bentuknya mirip dengan pura Tanah Lot di Bali. Nama Pura ini adalah Pura Ismoyo.  Di Pantai cantik ini kamu dapat melakukan aktifitas seperti berenang di bibir-bibir pantai, bermain pasir serta flying fox.  Untuk flying fox, cukup dengan Rp. 20.000 kamu akan menyeberangi pantai dengan jarang sekitar 100 meter dari depan gerbang Pura Ismoyo sampai ke bibir pantai danan jangan lupa juga untuk berfoto di depan Pura Ismoyo. 

Suasana Pantai Balekambang, Malang - Indonesia
Menunggu matahari terbenam di pantai ini sangat dianjurkan karena sunset dari pantai ini sangat indah dan romantis. Pantai Balekambang sampai saat ini belum dialiri listik, jadi kalau kamu datang ke Pantai ini periksa kembali kondisi baterai gadget kamu dan pastikan cukup selama kamu berada di pantai ini. Sinyal telekomunikasi pun belum masuk disini, jadi matikan saja handphone kamu selama di pantai ini dan siapkan kamera kamu dan nikmati pantai Balekambang yang alami dan unik ini sambil duduk-duduk pinggir pantai diatas pasir yang terhampar luas.

Menunggu Sunset. Pantai Balekambang, Malang - Indonesia
Sama-sama masih alami, sama-sama unik dan sama-sama ada laut dan pasir, Pantai Balekambang bisa menjadi destinasi wisata alternatif kamu untuk move on dari Pulau Sempu jika berkunjung ke Malang. Pulau Sempu itu ibarat gebetan terindah yang tidak pernah kita miliki walaupun kita mempunyai rasa yang dalam yang harus dilupakan serta cukup dikenang begitu juga cagar alam Pulau Sempu. Hapus keinginan melancong kesana dan cukup tanamkan keindahannya dibenak pikiran kita biarkan berkembang secara alami.  Dan Pantai Balekambangnya sebagai gebetan barunya yang perlu kita kenal lebih dalam lagi karena mempunyai alam yang tidak kalah cantik dari Pulau Sempu. Mari Move On :D

-Putri Sari Soraya-

Kamis, 14 Maret 2013

Wisata Sejarah di Monumen Kapal Selam

Monumen Kapal Selam, Surabaya - Indonesia




Para kaum muda saat ini, sudah tidak diragukan lagi kepintaran mereka di sekolah dan kecanggihan gadget yang mereka pakai untuk membantu mereka dalam belajar dan bersosialisasi. Jalan-jalan ke mall sambil hang out ala kaum muda juga seakan menjadi kewajiban setiap akhir pekan mereka, parkiran mall yang terus menerus naik juga bukan masalah bagi mereka. Kaum muda Indonesia, khususnya yang tinggal di kota-kota besar seakan-akan lupa akan sejarah dan kekayaan bangsanya sendiri yang melimpah ruah. Padahal ada cara hang out yang jauh lebih asyik dibandingkan ke mall yang hanya melihat etalase toko-toko mewah, yaitu wisata sejarah di museum dan monumen. Provinsi apa yang tidak memiliki museum dan monumen di negeri kita ini? Hampir setiap Provinsi mempunyai sejarah dan ceritanya masing-masing. Berkunjung ke museum dan monumen juga menambah pengetahuan serta menambah nasionalisme yang kini mulai pudar.  Untuk kota besar seperti  Jakarta yang punya Monas dengan lambang api dilapisi emasnya, Surabaya juga mempunyai monumen yang tak kalah uniknya, yakni Monumen Kapal Selam. Monas dan Monkasel adalah dua dari puluhan museum yang berada di Indonesia.  Monumen Kapal Selam yang berada di jantung kota Surabaya juga merupakan Monumen terbesar di kawasan Asia, bangga kan?

Ruang Torpedo Haluan, Monkasel

Foto para awak kapal selam Pasopati 410 dalam pertempuran di laut Aru - Monkasel

Monumen Kapal Selam atau yang biasa disebut Monkasel ini merupakan kapal selam KRI Pasopati 410, salah satu armada Angkatan Laut Republik Indonesia yang pernah dilibatkan dalam pertempuran Laut Aru untuk membebaskan Irian Barat dari pendudukan Belanda. Monumen ini terletak di Jl. Pemuda Surabaya, cukup 5 menit dari stasiun Gubeng jika berjalan kaki.  Sesampainya di area monumen kamu akan melihat Kapal besar bewarna hijau dan hitam berdiri gagah dengan bendera merah putih yang berkibar di sampingnya. Selama didalam kapal, kamu akan merasakan sensasi yang jauh berbeda, rasa kagum dan bersyukur akan kamu rasakan. 

Televisi yang berada di ruang komunikasi - Monkasel


Didalam Kapal Selam ini terdiri dari 7 ruangan. Yang pertama adalah Ruang Torpedo, diruang ini kamu akan melihat 4 tabung besar. Kedua , kamu akan memasuki ruang Komandan, Ruang Makan, dan Ruang Kerja, di ruang ini kamu akan melihat ruangan kecil yang digunakan para pahlawan kita sehari-harinya, sangat terbatas namun harus dimaksimalkan penggunaanya. Ruang ketiga adalah ruang pusat komando dan komunikasi, diruang ini kamu akan melihat televisi yang sangat classic dan cerobong untuk melihat keadaan di atas, dan tentu saja jika kamu coba mengintip dari cerobong bukan laut yang akan kamu lihat tetapi lambang salah satu makan cepat saji yang berada di samping Monkasel. 




Tempat tidur awak kapal selam - Monkasel

Wastafel yang berada di dalam kamar mandi - Monkasel

Keempat adalah ruang awak kapal, kamar mandi serta dapur, matras tidur yang menggantung berbaris memenuhi sisi kanan dan kiri ruang kapal,serta kamar mandi yang hanya ada wastafel saja didalamnya. Ruangan kelima dan keenam yaitu ruang mesin dan kendali, diruang ini kita dapat bergaya bak nahkoda didasar lautan dan yang terakhir adalah ruang torpedo yang berisi dua tabung besar yang dulunya berisi amunisi.

Mesin kendali Setir kapal selam - Monkasel


Nah, untuk yang suka nonton, coba deh nonton film dokumenter tentang sejarah dan kapal selam yang diputar setiap 4 jam sekali. Sambil menunggu filmnya diputar kamu bisa duduk-duduk sambil makan dan minum dan menikmati keindahan kota Surabaya di jembatan Kali Mas yang letaknya bersampingan dengan Monumen ini.

Berwisata dengan cara yang sederhana ini bisa kamu coba juga dari  monumen atau museum dari kota kamu. Tinggal siapkan kamera dan pakaian yang nyaman dan sopan kamu merasakan seperti berada di dimensi yang berbeda. Bukan hanya itu, pengetahuan kamu akan sejarah Indonesia akan bertambah dan kecintaan kita terhadap tanah air semakin meningkat lewat rasa syukur. Jadi, untuk kamu yang tiap akhir pekannya ke mall, coba deh jalan-jalan dengan sensasi yang berbeda dan yang pasti murah karena masuk museum atau monumen itu sangat terjangkau tapi pelajaran yang didapat sungguh mahal dimata dunia. Mari ke Museum! J

-Putri Sari Soraya-

Senin, 25 Februari 2013

Bengkulu, si Penghasil Emas yang Terlupakan

Benteng Malborough, Bengkulu - Indonesia


Apakah ada yang tahu, emas yang berada di tugu Monas - Jakarta itu berasal dari daerah mana? Jawabannya adalah Bengkulu. Yaa, Provinsi Bengkulu bukan hanya terkenal dengan bunga fenomenal Rafflesianya saja, tetapi daerah ini juga  dulunya penghasil emas terbesar di Indonesia. Bengkulu juga pernah menjadi daerah perebutan kolonial antara Inggris dan Belanda karena Bengkulu menghasilkan emas yang begitu menggiurkan para kaum kapitalis. Bengkulu pun akhirnya berpindah tangan menjadi daerah kekuasaan Belanda setelah adanya perjanjian antara Inggris dan Belanda dengan menukar Bengkulu dengan Singapura. Daerah Napal Putih, itulah daerah penyumbang emas yang ada di tugu Monas sekaligus daerah utama penghasil emas di Bengkulu. Daerah tersebut terletak di bagian utara provinsi Bengkulu atau sekitar 4 jam dari kota Bengkulu.

Kini, Penghasilan utama provinsi Bengkulu hanyalah berasal dari perkebunan, dari perkebunan kelapa sawit, karet dan kopi. Mengapa demikian? Kemana emas yang sempat menjadi primadona penjajah? Kemana emas yang menjadi lambang Ibukota Jakarta? Emas yang berada di Bengkulu khususnya di daerah Napal Putih kini tidak menghasilkan lagi, telah habis dikeruk oleh para penjajah asing dan penjajah dari negeri sendiri, apalagi sampai saat ini belum ada lagi explorasi kembali dari pemerintah. Ironis, Bengkulu seolah-olah terlupakan oleh pemerintah karena tidak lagi menguntungkan, seperti pribahasa habis manis sepah dibuang.

Bengkulu seperti provinsi yang terlupakan dan kurang tersentuh dari pemerintah pusat. Masih banyak kecamatan yang tertinggal. Bahkan Napal Putih daerah yang dulunya menjadi tulang punggung, kini kondisinya memprihatinkan. Jembatan penghubung antar desa terputus karena adanya longsor, hanya ada bongkahan batang kayu panjangan yang melintang yang digunakan sebagai jembatan darurat. Padahal jembatan ini dibuat oleh Belanda sebagai akses utama pertambangan dan kota. Jembatan ini ambrol karena baut dan mur habis dicuri oleh tangan-tangan jahil warga sekitar yang terdesak ekonomi.

Daerah ini masih berpotensi tapi kurang dieksplor dan sentuhan dari pemerintah. Sewaktu saya mengunjungi daerah tersebut, ada warga sekitar namanya Pak Lilit yang bercerita bahwa  sebenarnya sudah ada pihak asing yang ingin eksplorasi titik-titik baru penambangan emas, pihak pemerintah setempat pun memperbolehkan asalkan pihak asing tersebut mau untuk memperbaiki dan membangun kembali jembatan yang ambrol, tetapi pihak asing tersebut tidak setuju dan akhirnya mundur. Mengapa bukan anak bangsa saja yang mengeksplor emas kembali? Pihak asing saja tertarik untuk mencari titik-titik baru, mengapa kita sebagai anak bangsa tidak tertarik?

Terima Kasih Bengkulu atas sumbangsih emasmu kepada negeri Indonesia tercinta ini, semoga daerahmu segera menjadi “Emas” kembali seperti dahulu kala.

-Putri Sari Soraya-

Selasa, 12 Februari 2013

Tram on the way

Tram on the way
Tram On The Way

Mengelilingi kota Hong Kong dengan biaya yang murah serta sensasi yang berbeda, cobalah menggunakan alat transporasi tertua di Hong Kong. Angin yang semilir menyapa, tempat duduk yang bergaya classic,  kecepatan yang cendrung lamban serta pemandangan gedung-gedung tinggi yang menjulang, membuat seolah-olah kita sedang berada di dimensi yang berbeda. Maka tak heran transportasi yang sudah beroperasi sejak tahun 1904 ini menjadi alat transportasi yang tak akan tersingkir oleh kecanggihan teknologi transportasi apapun.

Sabtu, 09 Februari 2013

Menikmati 3 Pantai Cantik di Bengkulu

Pantai Panjang , Bengkulu - Indonesia


Pantai berpasir putih, laut yang biru dan angin yang semilir tidak hanya dimiliki oleh Bali, banyak destinasi wisata di Indonesia yang memiliki keindahan alam yang sangat menakjubkan dan memiliki karakter tersendiri bagi yang memandang. Jika berkunjung ke pulau Sumatra, cobalah singgah di tanah kelahiran Ibu Fatmawati Soekarno, yakni Bengkulu. Bengkulu bisa menjadi alternatif destinasi wisata kamu selanjutnya karena daerah ini memiliki pantai-pantai cantik yang langsung menghadap ke Samudra Hindia. Tidak hanya itu, Bengkulu juga mempunyai historical tersendiri bagi Indonesia dan Inggris dan nama bunga khas Indonesia yakni Rafflesia pun ditemukan di Bengkulu oleh Gubenur Bengkulu pada saat itu yaitu Mr. Thomas Raffles dan Mr. Jhon Arnold sehingga bunga raksasa ini pun dinamakan Rafflesia Arnoldii.

Pantai-pantai cantik yang menghadap Samudra Hindia inilah yang membuat Bengkulu, menjadi destinasi wisata wajib kamu selanjutnya. Bengkulu mempunyai 3 Pantai utama yang menjadi destinasi favorit didaerahnya, yaitu Pantai Panjang, Pantai Tapak Paderi dan Pantai Zakat. Ketiga pantai tersebut memiliki pasir putih bagai hamparan kristal-kristal nan cantik.

Pantai Panjang terletak di jantung kota Bengkulu, pantai ini memiliki panjang sekitar 7 KM. Jika kamu datang ke pantai ini kamu akan melihat pemandangan yang berbeda dari pantai-pantai lainnya. Biasanya pantai identik dengan pohon kelapa, di pantai Panjang ini kamu akan melihat ratusan deret pohon cemara yang tumbuh di pinggir pantai, sungguh Unik bukan?  Tetapi di Pantai ini kamu tidak dapat berenang jauh-jauh karena ombak di pantai ini relative besar , jadi untuk menikmati pemandangan indahnya pantai berpasir putih ini, kamu cukup duduk dan pejamkan mata sejenak dari bangku-bangku kayu yang unik disana diiringi oleh suara angin yang semilir berbisik dan ombak yang bergemuruh, sungguh membuat hati menjadi lebih tenang. Setelah itu kamu akan merasakan kesegaran apalagi ditambah dengan pemandangan laut yang biru dan pasir yang putih yang bisa mengembalikan kedamaian didalam hati kamu.

Pohon Cemara yang berbaris di Pantai Panjang, Bengkulu - Indonesia

Pantai berpasir putih lainnya yang unik lainnya adalah Pantai Tapak Paderi. Jaraknya hanya sekitar 10 Menit dari kota Bengkulu. Pantai Tapak Paderi  berada diantara pantai Panjang dan Pantai Jakat, ketiga pantai indah ini memang saling terhubung satu sama lainnya. Keindahan pantai ini dapat kamu nikmati juga dari ketinggian benteng Malborough jaraknya hanya sekitar 100 meter dari Malborough. Pantai  Tapak Paderi dulunya adalah pusat pelabuhan pada masa colonial jajahan Inggris. Sore sebelum matahari terbenam adalah waktu terbaik untuk datang ke pantai ini, rona keemasan matahari dari pantai ini sangat sempurna dipandang mata.

Pantai Tapak Paderi dari Benteng Malborough, Bengkulu - Indonesia


Pantai Jakat bisa dibilang sebagai Tanjung Benoa-nya Bengkulu karena Pantai inilah satu-satunya permainan olah raga air tersedia. Ada Banana Boat dan Jet Ski, selain itu di pantai ini juga kamu dapat melihat perahu-perahu nelayan yang berbaris rapih dipinggir pantai. Dari pantai Jakat pula akses utama menuju pulau kecil nan eksotis keindahan bawah lautnya yaitu Pulau TIkus. Sekitar 1 Jam waktu yag diperlukan untuk menyebrang dari Pantai Jakat ke Pulau Tikus. Hamparan pasir putih dan ombak yang relatif tenang menjadikan pantai ini sangat cocok untuk bermain pasir atau bermain bola di pinggir pantai yang dapat meningkatkan rasa kebersamaan.

Pantai Jakat, Bengkulu - Indonesia


Pantai memang menjadi destinasi yang paling diminati bagi wisatawan. Bukan hanya karena bisa melihat keindahan sunset tetapi pantai bisa menajdi lokasi rekreasi yang lengkap bagi siapa saja, dari anak-anak sampai orang tua, semua menyukai suasana pantai. Ketiga pantai berpasir putih diatas, yaitu pantai Panjang, Pantai Tapak Paderi dan Pantai Jakat bisa menjadi alternatif liburan kamu selanjutnya karena ketiga pantai tersebut mempunyai cerita dan keindahannya masing-masing.

-Putri Sari Soraya-

Senin, 28 Januari 2013

Paralayang, terbang bebas di udara

Terbang Tandem Paralayang - Indonesia

I Believe I can fly, I believe I can touch the sky” penggalan lagu dari penyanyi R.Kelly ini memang asyik banget untuk didengarkan, kata-katanya pun seolah-olah mengajak kita untuk percaya bahwa kita bisa terbang.  Penggalan lirik lagu “I believe I can fly” ini bisa menjadi kenyataan loh ketika kamu terbang tandem paralayang. Merasakan terbang bebas bersama angin dan menikmati keindahan alam dari udara yang tak akan pernah bisa terbayarkan.
 Paralayang adalah salah satu jenis olahraga yang sifatnya adventure dengan menggunakan parasut dan sangat bergantung pada angin untuk lepas landas dari perbukitan atau gunung. Untuk menikmati sensasi olahraga extreme ini kamu tak harus menjadi pilot, kamu cukup siapkan keberanian dan kamera saja ketika kamu ingin terbang karena kamu akan terbang tandem atau terbang bersama pilot paralayang yang sudah professional. Terbang Tandem paralayang ini aman bagi siapa saja baik muda dan tua asalkan sehat dan tidak mempunyai riwayat penyakit jantung dan epilepsi.
Menikmati keindahan alam bebas di udara melalui terbang tandem paralayang ini berdurasi  antara 15 – 30 Menit, tergantung bagusnya cuaca dan angin. Ada 4 lokasi terbang tandem Paralayang yang dapat kamu singgahi di tanah Jawa & Bali, diantaranya di Puncak-Bogor,Pantai Parangtritis-Yogyakarta, Batu-Malang dan Timbis-Bali. Selain keempat lokasi favorit wisatawan tersebut, masih banyak spot terbang paralayang favorit yang bisa kamu kunjungi di seluruh Indonesia. Setiap spot memiliki background keindahan alam yang berbeda dan keunikan tersendiri bagi setiap mata yang memandang.
Terbang di Puncak, Bogor - Indonesia

Untuk yang berdomisili di ibukota Jakarta dan sekitarnya kamu bisa terbang tandem di daerah Puncak- Gunung Mas. Cukup 10 Menit waktu yang akan ditempuh dari Masjid Atta’awun Puncak dan kamu akan sampai di lokasi lepas landas paralayang. Banyak warung-warung kecil yang menyajikan aneka makanan dan minuman yang dapat menghangatkan badan sebelum kamu terbang. Take off dari Gunung Mas dan  landing di tengah perkebunan teh. Jika terbang didaerah Puncak ini kamu dapat menikmati pemandangan perkebunan teh nan hijau serta cantiknya masjid Atta’awun dan jalan yang berkelok-kelok dari ketinggian 250 meter.
Terbang di Pantai Parangtritis, Jogjakarta - Indonesia

Lokasi favorit tandem paralayang kedua di tanah Jawa adalah Yogyakarta. Yogkarta memang tak akan pernah habis keindahan pariwisatanya, baik alam maupun budayanya, semuanya bernyawa dan mempunyai daya tarik bagi wisatawan. Pantai Parangtritis adalah spot tandem Paralayang di Yogyakarta, tepatnya di timur Pantai Parangtritis. Lokasi  take off  berada di bukit Parang Endog sedangkan landing-nya di pinggir Pantai Parangtritis. Dari ketinggian  200 meter kamu akan melihat  Ombak yang saling berkejaran, Laut yang biru, Bukit yang kehijauan, tebing-tebing kokoh yang dihantam oleh ombak serta warna warni seperti lollipop dari payung-payung yang disewakan dipinggir pantai akan kamu lihat jika terbang dari spot yang satu ini. Sungguh pemandangan yang luar biasa indahnya, lukisan nyata yang dicptakan oleh Tuhan ditambah dengan angin laut yang seperti berbisik di telinga menambah rasa kagum dan kecintaan pada negeri ini.
Kota Batu dari udara, Malang - Indonesia

Berlokasi di Gunung Banyak, Songgoriti Kota Batu dari ketinggian 300 meter kamu akan melihat pemandangan yang berbeda lagi dari Puncak dan Pantai Parangtritis. Jika kamu terbang di lokasi ini kamu akan melihat keindahan kota Batu – Jawa Timur lengkap dengan pegunungan, perkebunan apel dan pusat permainan anak-anaknya. Udara dingin serta angin yang lembut berhembus menambah kenikmatan selama kita terbang tandem. Lokasi lepas landas di Gunung Banyak areanya lebih luas dan landai jika dibandingkan dikedua lokasi sebelumnya. Banyak wisatawan yang hanya menikmati keindahan dari lokasi lepas landas tanpa terbang tandem, hal ini karena lokasi Paralayang di Gunung Banyak merupakan salah satu pusat objek wisata yang datang ke kota Batu dan jika kamu datang di hari minggu kamu akan menemui pasar yang menjual beraneka rupa barang-barang dan makanan dan minuman khas dari Jawa Timur disekitar tempat landing paralayang.
Pantai Nusa Dua, Timbis dari Udara, Bali - Indonesia

Lokasi terakhir yang paling diminati oleh wisatawan untuk terbang tandem paralayang adalah Bali, tepatnya di daerah Timbis-Nusa Dua. Di lokasi tandem paralayang yang satu ini paling banyak didatangi oleh turis dari luar negeri . Dari ketinggian 100 meter kamu bisa melihat pantai Nusa Dua yang cantik serta area perbukitan dan tebing di sekitar pantai. Lokasi ini menjadi favorit para pilot paralayang karena kondisi angin di Timbis sangat stabil dibandingkan dengan lokasi di daerah Jawa. Bagi yang pertama kali paralayang dan takut ketinggian, lokasi Timbis mungkin yang paling baik untuk mencoba terbang tandem karena ketinggiannya termasuk rendah namun kondisi angin paling stabil jadi kamu bisa lebih lama menikmati keindahan pulau dewata selama terbang dan landing-nya pun langsung di pinggir pantai, paket yang lengkap kan?
Untuk menyukuri keindahan negeri ini memang tidak akan pernah habisnya, Tuhan menciptakan keindahan alam yang bisa kamu nikmati dari berbagai cara. Terbang tandem paralayang ini mungkin bisa jadi salah satu cara berbeda untuk menikmati keindahan alam negeri kita ini, melalui udara kita dapat terbang bebas seperti burung yang bebas terbang tanpa beban.

-Putri Sari Soraya -